Only Just Want
Sunday, July 20th, 2008Aku, hanya…
Ingin menyapamu
Aku, hanya…
Sampai ingin bersamamu (more…)
Aku, hanya…
Ingin menyapamu
Aku, hanya…
Sampai ingin bersamamu (more…)
Fallin in love,..rasanya nga pernah abis buat diomongin.. Mungkin karena ia selalu hadir disetiap kehidupan. Walo terkadang ada rasa dimana titik jenuh tentang ini sudah tercapai. Tapi, lantas ini menjadi suatu keharusan yang nga ada abisnya buat diobrolin. Mungkin cinta punya keunikan dan sekaligus “keajaiban” sendiri. Uniknya cinta bisa dilihat dan dirasakan dari berbagai sisi. Cerita tentang cinta yang berakhir bahagia sama nikmatnya dengan mendengar kisah duka karena cinta. Selain unik, cinta memang “ajaib”. Bisa mengobati rasa rindu, mampu melicinkan perasaan, dan juga menumbuhkan kreativitas yang tak pernah ada habisnya. Ada suatu pendapat bahwa jika cinta tak diekspresikan dengan aktivitas mencintai, akan berakhir dengan kegelisahan. Itu sebabnya, jangan heran jika akhirnya banyak yang gelap mata, dan nggak sedikit yang miskin ilmu. Dikiranya mengekspresikan cinta, ternyata malah menggeber nafsu. Padahal, cinta, sepertinya ga sama dengan aktivitas mencintai. Bukan berarti cinta ga boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Nggak juga. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih.
Banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawatnya sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (cieelahh…).tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun cinta tetap akan tumbuh di hati.
Jato cinta emang nga ada yang ngelarang, ga ada pula yang bisa ngelarang ataupun mencegah itu terjadi. Cinta, nga harus selalu saling bersambut. Walo boleh jatuh cinta meski nggak perlu orang yang kita cintai itu mencintai kita juga. Hanya rasanya terkadang nga siap tuk (more…)
kata terlambat udah sering kudengar. muncul sebagai alasan atau ketidaksengajaan. kalau terlambat datang kekantor..mungkin hal yang biasa. tapi, kalau “Terlambat Mencintai…”
mungkin nga ada yang terlambat dalam mencintai seseorang. saat benar-benar mencintai seseorang, walau terlambat menyadari, namun itu bukan akhir dari cerita cinta.
ketika pernah “menawarkan” perasaan cinta kepada seseorang, hingga berani melepaskannya. jika memang ia akan bahagia dengan yang lainnya.
aku, lebih baik melihat orang yang kucintai tak lagi bersamaku, jika itu membuatnya bahagia.
saat kau menyadari semua ini,..itu,..tidaklah kejam, walau mungkin merasa sedikit kecewa, atau banyak dan sangat kecewa bahkan terpukul. tapi, kecewa adalah resiko mencintai. namun,tetaplah kau merasa beruntung. karena kita dapat menyadari bahwa perasaan itu masih ada.
mungkin menyedihkan..yaa..menyedihkan. sangat tepat untuk yang pernah menderita dalam cinta. saat cinta tak terbalas..atau orang yang kita cintai terlah berkhianat.. sedih memang.. it’s hurt. tapi, ku rasa bukan karena itu, kita menjadi orang yang paling menyedihkan..
sadarilah… dia yang melukai akan lebih menyedihkan lagi..
karena, tanpa ia sadari.. ia telah menyia-nyiakan orang yang sangat menyayanginya dan mencintainya.
salah mencintai,.. hanya dengan mencintai, aku melihat dirinya sangat sempurna. namun, mencintai bukan suatu kebutuhan tapi suatu pilihan… Saat kita menganggap cinta itu bagai kebutuhan, Kita takkan rela melepaskannya!!!
Kita hanya bisa menyadari, Dia adalah pilihan kita…
Tapi bukan suatu kebutuhan yang mutlak harus mengikuti jalan hidup kita
Maka, Kita akan sakit dan tak rela bila kita kehilangannya.
Cinta itu tdk selalu indah, Seindah dongeng Cinderella yang berakhir bahagia atau Romeo en Juliet dengan kisah cintanya yang abadi….
Realistislah, bahwa kita hidup bukan di negeri dongeng tapi di negeri yang banyak ujian…tantangan. ..dan godaan….
Disinilah cinta kan diuji….Dan kesetiaan harus dibuktikan
Namun kita tetap tak usah berkecil hati. Kita bisa mencobanya. Namun saat kau tak berhasil menciptakan cerita-cerita yang indah…Kau harus bisa merelakannya. Kau hanya bisa memperjuangkannya. Tapi hormati dan hargailah apapun keputusannya
Dan yakinkanlah.. bahwa di saat yang tepat …
Kita kan temukan sesorang yang lebih baik untuk kita
Karena dibalik semua cerita cinta …
Akan berakhir dalam episode bahwa “Cinta tak harus memiliki…”
Mungkin kedengarannya klise….
Tapi itulah faktanya
Maka dengan mengaguminya.
Kita sudah cukup membuktikan kerelaan dan kesungguhan
Bahwa kita masih bisa tetap bertahan
Walau dia tidak berada di samping kita
Jangan mengutuk…menyumpahi atau mendoakan supaya dia menderita
Ketika ia menentukan pilihan tuk meninggalkan kita, Menjatuhkan pilihannya pada yang lain
Tapi tetap do’akanlah agar dirinya bahagia….
Karena disanalah sesungguhnya “Cinta kan Diuji” (more…)
| .:Strawberry On The Shortcake:.| Sweet and Bitter In The Life
Copyright © September 2007| ® adelina's site| Designed by Wordpress! is Free Software released under the GNU/GPL License.
best view on mozzila firefox