6 Apr
Beberapa hari ini aku bisa pulang agak lebih cepat dari yang biasanya. Maaf, aku memang harus pergi cepat sebelum banyak melukai kalian yang terlalu baik. Maaf, aku tidak mencintai ini. Maaf, Maaf, Maaf dan Maaf. Hanya itu yang bisa kukatakan. Biarlah kalian dapat yang lebih baik dari aku pastinya. Yang lebih mencintai kalian.. I hope Soo..
kembali ke topik,.. dalam perjalanan pulang yang belum terlalu sore itu (buat gw) hingga petang menyapa. Langit sore itu begitu indah. Memang menyenangkan melihat langit dan awan sore yang berwarna ke-orange an itu. Awan-awan dengan berbagai bentuk membuat aku menebak-nebak mirip apa awan itu.. melihat sang surya, matahari terbenam..sungguh indah.. walo suasana nga seromantis ketika di pantai anyer, atau Bali.. walau hanya dapat melihat semua itu didalam bus yang sumpek sesak…hal itu dapat membuatku sedikit bernafas lega.
Saya dan matahari terbenam. Takjub. Entah mengapa setiap kali bertemu dengan “scene” itu saya selalu merasa ingin menangis. Begitu kagum. Begitu sakral. Begitu sempurna suasana yang diciptakan-Nya waktu itu. Tak pernah sama suasana yang terekam ketika matahari terbenam. Tak pernah sama bentuk yang tercipta warna yang bersemburat di antara awan. Tapi selalu sama desir di dada yang terasa ketika menikmati keindahannya. Selalu sama senyum yang beraksara. Ketika cakrawala jingga tertangkap mata dan terekam sempurna. (vanila)
melihat langit, hal yang kusukai setelah pantai. ingin sekali ke sana, terbang kelangit. Di kedua tempat ini, pantai dan langit, ingin rasanya berteriak sekencang mungkin melepas segala penat dan beban yang ada. apapun yang ku benci. kalau doraemon bisa menciptakan negeri diatas langit… andai aku bisa tinggal disana..hehehe…
Copyright © September 2007| adelina's site| Hosted by Masterweb!
No comments yet.